About Us

Semarang Backpacker adalah teman perjalanan dengan gaya backpacker. Selama proses perjalanan, kami akan menggunakan hostel-hostel berupa tempat menginap bergaya dorm yang umumnya untuk mahasiswa, berisi 4-6 bed dam satu kamar.

Kunjungan menuju tempat-tempat wisata di luar negeri akan dilakukan dengan public transportasi yang khas pada negara tersebut.

Setiap perjalanan, meskipun dalam negara yang sama, akan memiliki itinerary yang berbeda sesuai dengan masukan dan minat para peserta.

Secara umum, kami akan memasukkan rekreasi bersifat pendidikan pada salah satu lokasi sebagai proses pendidikan di luar ruang yang menjadi ciri khas kami.

Happy travels,

Sangat dianjurkan untuk menggunakan backpack bagi para peserta atau SEBAIKNYA TIDAK menggunakan koper, karena akan sangat menyulitkan dalam penggunaan public transportation dan menaiki jembatan-jembatan penyeberangan.


My education concepts

Obrolan saat diwawancai Prambors FM.

Kemarin (Rabu, 25 May 2010), sebuah stasiun radio Swasta di Indonesia, Prambors mewawancarai saya. Kami mengobrol sekitar 1 jam tentang aktivitas saya sebagai seorang backpacker, Uti sang penyiar betul-betul memukau saya dengan gaya "fresh" banget.

Awalnya mereka menemukan nama dan contact saya melalui internet saat browsing, tapi waktu saya kejar melalui kata kunci apa saja mereka menemukan nama saya, Mbak Uti bilang, itu penemuan mas Terong, sehingga pertanyaan itu masih tersimpan di benak saya sampai saat ini.

Kami mengawali obrolan dengan kata-kata betapa menariknya kehidupan seorang backpacker karena bisa melihat banyak hal baru di tempat-tempat baru yang tadinya hanya bisa dibayangkan. Kemudian, perlahan-lahan saya mulai menceritakan perjalanan yang saya lalui dan menjadi PEMBEDA saya dengan para backpacker yang ada.

Wawancara ini bersifat santai dan ringan, tapi akhirnya saya berfikir menuliskannya dengan menambahkan kedalaman analisis berdasarkan segala hal yang telah saya lakukan selama ini agar lebih berguna bagi dunia pendidikan di Indonesia.

1. I'm a lecturer and making some researches about backpacker and tourism architecture.
Saat muda, saya bukan tukang jalan-jalan. Saya senang komputer dan internet meskipun saya sekolah di jurusan arsitektur.
Namun, sejak kecil saya sering ikut orang tua yang berpindah-pindah tempat dan itu memberi rekaman di benak saya bahwa tempat-tempat baru tidak pernah membosankan meskipun sangat berbeda dengan tempat yang selama ini saya kenal.

Itu sebabnya backpacker bagi saya adalah sistem pembelajaran yang tercakup didalamnya berupa :

  • nilai-nilai kemandirian dalam segala kondisi meskipun dalam kondisi terburuk yang pernah ditemuinya,
  • rasa ingin tahu yang tiada habis mendorong kita menanyakan sesuatu terus menerus pada siapapun dengan teknik apapun,
  • kemampuan beradaptasi membuat kita menjadi semakin arif dalam berstrategi dan terus merencanakan yang terbaik tanpa peduli bahwa sekeliling kita meragukan, pernah mencoba dan gagal.....NO WAY.....I will try and make my dream come true.

 
2. My dream is : more traveling make you smarter.
Berdasarkan hal-hal diatas, tidak ada lagi istilah tukang jalan-jalan adalah manusia bodoh.
Manusia menjadi bodoh karena tidak punya waktu untuk mempelajari sesuatu dan meningkatkan kemampuan dirinya. Tidak peduli dia arsitek, insinyur atau master lulusan cum laude, tanpa belajar setelah kelulusannya...............PASTI dia akan merasa menjadi bodoh.
Tapi berdasarkan nilai-nilai yang tercakup dalam proses persiapan seseorang menjadi backpacker, mencari tahu dan belajar tentang hal yang awalnya tidak kita tahu akan menjadi life style kita. So, semakin sering kita jalan, semakin cerdas kita......itu impian saya terhadap semua mahasiswa saya.

Apa lama2 kita nggak bosan ??
Jujur, dalam dua tahun ini, sudah 13 kali saya ke Singapore dan 7 kali ke Kuala Lumpur (selain kota-kota lain yang jumlahnya tidak sebanyak dua kota diatas).
TAPI, siapa yang pernah bosan, kalau setiap kali dapat kiriman info2 terbaru dari semua sumber tourism yang ada. Siapa yang menyangkal, berjuta manusia di sekeliling kita berusaha membuat banyak perubahan dalam setiap hari yang mereka lalui.



3. Good habbit, because you're a backpacker.
Apakah itu akan membuatmu tidak focus berkarya dan hanya ingat jalan-jalan ?
Hal terbaik dari para traveler adalah memberikan yang tebaik kepada siapapun, kapanpun dan di manapun, karena kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan membantu saat kau dalam perjalanan dan jauh dari rumah dan keluargamu.
Kebiasaan terbaik ini menjadikanmu selalu melakukan hal terbaik juga saat melakukan karya di manapun kau berada dan bekerja. Tidak peduli orang lain tidak melakukan hal yang sama, karena kau tahu di tempat lain, kau juga bertemu dengan orang yang tiba-tiba membantu dan mendukungmu meski tak pernah mengenal mereka sebelumnya.


4. Explore some places out your country made you more NATIONALIS than before.
Sepintas, banyak terdengar ketakutan para orang tua, anaknya menjadi kehilangan rasa nasionalis setelah banyak melihat negara lain yang jauh lebih maju dan modern dibanding negaranya sendiri.
Percayalah, saat pertama menemukan masakan berbeda di negara lain, yang ada adalah rasa rindu pada masakan Indonesia. Lucu banget saat beberapa sahabat mengajak saya mencoba sebuah restoran mewah India yg baru saja buka di Indonesia.
Di banyak tempat saat traveling, satu-satunya pilihan masakan muslim yang bisa saya pilih adalah Restoran India, di area muslim dengan penjual yg asli India pake bahasa dan pakaian India.
Gak.....doyan......banget......!!!! karena terbayang martabak dekat rumah yang rasanya bikin lidah keluar spontan hehehe.....

Kerinduan mendorong kita memberikan dan merencakan hal terbaik untuk sesuatu yang kita rindukan.
Saya banyak mengalami saat berdiskusi di kampus, banyak orang menghujat banyak hal tentang permasalahan yang ada di kota Semarang.
Dan saat saya berdiskusi dengan teman-teman Indonesia di Malacca saat melihat potensi ruang kota mereka yang mirip Semarang dan telah rapi terpecahkan. Kalimat kita akan berubah seperti ini, "Rasanya kita juga bisa seperti ini".........that's nationalism for me.
Tentu saja tidak ada kata putus asa untuk sorang yg sedang melakukan wisata, rasa exiting itu tidak memberi kesempatan untuk menyesali diri.

5. Found so many new friends and new cultures made you an awesome person.
Bertemu banyak orang baru, tentu membuat kita menghargai segala perbedaan yang ada.
Kalau nggak mau ada perbedaan, ngapain jauh-jauh melakukan perjalanan ke tempat yang jauh khan ?
Siap dengan segala perbedaan membuat kita menjadi orang yang nyaman bagi siapapun. Modal utama kita menjadi backpacker, tentu karena kita punya rasa percaya diri bertemu dengan orang-orang baru beserta budaya yang mereka miliki. Percaya diri ini akan bertemu dengan kekaguman kita pada hal-hal yang berbeda dan pernah kita baca sebelumnya.
Dan ini semua membuat kita tersenyum langsung dari hati, tentang segala hal yang ada di depan kita meskipun hal itu adalah hal yang tidak akan pernah kita lakukan.

6. Dream every time about so many places made you keep spirit forever.
Full of motivation to live without boundaries in a world with no limit.
Siapapun tahu, impian adalah motivasi hidup. Bagaimana kita menjalani hidup sangat bergantung dari impian yang kita rangkai sebelumnya.
Terkadanng kita menemukan bahwa apa yang kita dapat sangat berbeda jauh dengan apa yang kita impikan. TAPI, coba check, apakah cara kita menjalani hidup memang sesuai dengan impian kita ?

Saat saya kuliah S2 arsitektur, saya tidak mampu membayar biaya Kuliah Kerja Lapangan ke Sinngapore, sekitar 12 tahun yang lalu.
Menurut saya, saya tidak memimpikan untuk pergi ke Singapore dan saya tidak peduli pada hal itu. Impian saya adalah menjadi dosen, hidup bersama computer dan internet yang sangat saya cintai, yang terbanyang waktu itu hanya bisa membuat diktat-diktat dalam bentuk Ebook.
Kemudian bertemu dengan temen2 baru, di tempat yang jauh.


Saya diminta menjadi moderator sebuah group traveling di Indonesia. 9 bulan sesudahnya diminta pindah menjadi moderator di group traveling internasional, sekaligus menjadi Ambassador untuk Indonesia pada komunitas Travelersfortravelers dari Belanda.
Setelah itu, negara lain termasuk Singapore bukan lagi tempat yang jauh, semua teman saling berkunjung satu sama lain........
MUNGKIN, dalam hati dulu saya juga bermimpi mengunjungi Singapore.....??
Yang saya ingat, impian terbesar saya 2 tahun lalu adalah MEMBAWA MAHASISWA SAYA KE SINGAPORE....hahaha......
Dan tidak terlalu ingat bahwa saat saya gagal jadi mahasiswa KKL ke Singapore, apa yang ada dalam pikiran saya yah ??? hehehe.....


7. How about budget in journey ?? Let's use my ways.......hehehe.....
Saya akan tulis ini pada tulisan berikut, berdasarkan tulisan-tulisan pendek yang saya buat untuk menjawab pertanyaan dari beberapa newbie di Travelers For Travelers.
 


History of project

Berawal dari penelitian dengan dana pemerintah berupa PENELITIAN DOSEN MUDA pada th 2006, penulis memulai penelitian tentang perilaku manusia yang gemar melakukan kegiatan di luar rumah. Sampai saat ini penulis masih aktif menjadi dosen sekaligus Sekretaris Program Studi pada Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Definisi sekelompok orang yang suka melakukan perjalanan jauh pada usia yang masih muda akhirnya mengacu pada kelompok BACKPACKER.

Sejak Desember 2007, penulis memulai pencarian data dengan menjadi menjadi reviewer pada jaringan hostel international yaitu, Hotelworld.

Pada Maret - Nopember 2008, penulis sempat menjadi MODERATOR pada kelompok milis yahoo group dengan nama Ibackpacker. Sempat mengalami beberapa dinamika berawal dari 300 member menjadi 800 member.

Nopember 2008, penulis kemudian menjadi AMBASSADOR mewakili Indonesia pada komunitas traveling internasional yaitu, Travelersfortravelers.com sampai saat ini.

April 2009, penulis mulai aktif pada penyusunan buku panduan traveling internasional mewakili Indonesia pada Writingtravelers.com sampai saat ini.

Januari 2008, penulis mewujudkan impiannya untuk membawa Kuliah Kerja Lapangan mahasiswa program studi Arsitektur yang dipimpinnya bersama 9 orang mahasiswa menuju 3 negara dan 5 kota, yaitu : Singapore - Malacca - Kuala Lumpur - Bangok - Pattya, selama 12 hari dengan biaya sangat minim, yaitu Rp. 2,3 juta setiap mahasiswa.

Kegiatan ini mampu memotivasi diri dan lingkungannya untuk lebih memanfaatkan media internet sebagai alat pembelajaran yang sangat efisien dan sarat edukasi.

 

happy travel,

 

 


Our users

Meskipun umumnya peserta adalah mahasiswa, namun tercatat pengguna yang cukup bervariasi yang melakukan perjalanan bersama kami. Dari bayi berusia 10 bulan, pelajar SD sampai SMP, sampai tercatat peserta berusia 65 tahun.


Contact

SEMARANG BACKPACKER

Bukit Jatisari Indah.
Jl. Taman Rambutan II B3 - 12B
Bukit Semarang Baru (BSB) - Mijen
Semarang - INDONESIA


+6285876142560
+628995828079
+628157706194




Daily office:
Pusat Studi ARSITEKTUR dan PARIWISATA
Program Studi ARSITEKTUR
Fakultas Teknik - UNTAG Semarang

Best selling products

Singapore city

Singapore city

IDR 1,500,000.00